Simfoni Mahameru

Friday, October 10, 2014

Bintang Wahyu Syah
Kali ini Bintang FIM 15, yang saat ini sedang menuntut ilmu dikota pahlawan, Surabaya berbagi tentang #SimfoniMahameru. Kenapa?? Karena... ini merupakan pengalaman pertama Bintang mendaki gunung dan gunung yang dituju adalah Gunung Mahameru. Tapi sebelum kita lanjut lebih jauh yuuuuk cek dulu video ini www.youtube.com/wacth?v=Ez91koIERu8.
Dipendakian Mahameru ini Bintang  mendapatkan pelajaran filosofi kehidupan yang sangat berharga, dimana selama ini  tidak atau sangat jarang terpikirkan dalam kehidupan sehari-hari. Kata Bintang...
"Saya melihat arti kesuksesan ketika kita mendaki.
Ketika kita melihat ke atas, ada pendaki lain yang telah sampai diatas terlebih dahulu.
Lalu kita mungkin akan berpikir, jauh sekali medannya.
Sepertinya sangat sulit menuju ke sana, andaikan saja saya berada diposisi pendaki itu....
Namun ketika melihat kebawah, waaaah ternyata ada pendaki lain yg posisinya masih berada dibawah kita..
Dimanapun posisi kita saat mendaki, itulah hasil jerih usaha kita, siapapun bisa menuju puncak asalkan kita mau berusaha.
Jika kita analogikan dgn kesuksesan, seringkali kita melihat kesuksesan orang lain tanpa melihat potensi kita. Padahal jika kita mau berusaha, bisa jadi kita bisa mencapai kesuksesan sama seperti orang yg kita anggap lebih sukses itu. Tentu kita tidak boleh iri atau mengeluh, karena bisa jadi ada orang yg kesuksesan masih lebih dibawah kita, so kita wajib bersyukur dimanapun kesuksesan kita saat ini”
Nb : kesuksesan jabatan, karir,kekayaan maupun yang lainnya

Ada lagi niii pelajaran lain yang Bintang dapatkan, yaitu arti penting sukses secara bersama-sama karena jika dilakukan bersama akan jauh terasa lebih mudah. Karena disaat kita jatuh, akan selalu ada teman-teman yang memotivasi kita. Hal itulah yg menjadikan kita dapat bangkit
Kelompok Simfoni Mahameru

#SimfoniMahameru itu apa sih?

#SimfoniMahameru adalah agenda internalitasi FIM 15, dimana yang akan tergabung dalam pendakian berasal dari daerah yang berbeda-beda. Ada yang berasal dari Bandung, Semarang, Jakarta, Surabaya, Makasar, Malang, dsb.
Lalu awal mula ide internalisasi angkatan darimana dan bagaimana koordinasinya?
Bintang menjelaskan bahwa koordinasi dilakukan via grup WA. Nah, waktu itu tepatnya bulan Desember anak-anak FIM 15 lagi FIM Sick. Beberapa dari anggotanya ingin ngadain internalisasi angkatan. Waktu itu diskusi di grup WA, namun waktu itu hanya sebatas wacana hanya (sekedar ingin tanpa mengagendakan). Aakhirnya jadilah Bintang sebagai inisiasi internalisasi angkatan FIM 15 at Mahameru. Bagi yang berminat gabung internalisasi dimasukan grup WA khusus untuk koordinasi maupun penyemangat bagi pendaki pemula.

Tepatnya bulan Januari, mulai melakukan diskusi dengan peserta FIM dan non FIM, tidak hanya FIM 15 yang akan mendaki. Dari persiapan sudah matang sejak bulan Januari baik fisik, materi, maupun medan pendakian Mahameru. Namun, seiring berjalannya waktu bulan April tepatnya (mendaki bulan Mei). Banyak peserta yang berhalangan, jadi dibukalah peminatuntuk anak-anak FIM yang ingin join #SimfoniMahameru.

Sekedar info nih, bagi temen-temen yang ingin melakukan pendakian ke Mahameru (jika belum tahu) via online terlebih dahulu, karena kuota dibatasi hanya 500 pendaki tiap harinya. Pernah ada yg kemarin tidak daftar online, sampai ranu pane tidak mendapatkan izin mendaki. Akhirnya dia terpaksa buat camp di ranu pane, hingga 3 hari.

Bagaimana garis besar catpernya?
Ranu Kumbolo
Untuk rute mahameru sendiri ada beberapa pos diantaranya Ranu pane. Disini merupakan tempat pemberhentian transportasi, sekaligus tempat registrasi. Nah, dari Ranu Pane kita akan menemui 3 pos. Namun untuk buat camp kita harus menuju Ranu Kumbolo. Untuk menuju Ranu Kumbolo, membutuhkan waktu 3-5 jam. Tergantung jumlah orang yg mendaki karena semakin banyak rombongan kita semakin lama pula sampai.  Di Ranu Kumbolo ini hawanya dingin banget terutama diwaktu malam.  Disini juga terdapat danau yg indahnya bukan main.  Sehingga disebut surganya mahameru.  Kemudian ada tanjakan cinta setelah ranu kumbolo.
Nah, betapa indahnya suasana pagi diranu kumbolo, bisa dilihat fotonya...

Persiapan fisik , materi, dan medan apa aja?
Persiapan fisik yang dimaksud adalah latihan jogging, jalan jarak jauh maupun aktivitas olahraga yang menunjang latihan fisik untuk pendakian. Kalau persiapan materi yaitu uang dan pengetahuan tentang Mahameru maupun pendaki pemula. Sedangkan persiapan medan adalah mempelajari lebih rinci peta maupun sharing dengan temen-temen yang sudah pernah ke Mahameru sebelumnya, termasuk salah satunya diskusi via WA.

Yang terpenting dalam mendaki itu tidak hanya fisik tapi juga niat dan mental. Kalau punya fisik tapi tidak bisa memotivasi diri kamu, kamu bakalan nyerah (summit attack) sama niat juga. Kalau kamu tidak punya niat dari awal. ITS NOTHING!!. So, fisik bukan segalanya. tapi persahabatan dan semangatlah yang akan membawa kamu ke puncaknya para dewa.

Sesi Tanya Jawab :

Penanya 1 : Kak Vanes
Dari Ranu Pane ke Ranu Kumbolo treknya bagaimana?
Jawab :
Untuk treknya mendaki terus, alias tanjakan. Disini merupakan tanjakan yg melelahkan, namun ada beberapa pos yg bisa dijadikan tempat peristirahatan. Pos peristirahatan, ada 3 pos lebih tepatnya.  Namun jarak pos satu dengan yg lain cukup jauh. Nah, dari ranu kumbolo ini kita harus nge-camp dulu, paginya baru kita lanjut mendaki. Setelah melewati tanjakan cinta, kita akan melewati oro-oro ombo. Disini merupakan tempat tumbuhnya padang rumput yg ditumbuhi Bunga lavender, sangat nampak indah hamparannya. 

Dari Ranu Pane ke Ranu Kumbolo treknya bagaimana?
Jawab :
Untuk treknya mendaki terus, alias tanjakan. Disini merupakan tanjakan yg melelahkan, namun ada beberapa pos yg bisa dijadikan tempat peristirahatan. Pos peristirahatan, ada 3 pos lebih tepatnya.  Namun jarak pos satu dengan yg lain cukup jauh. Nah, dari ranu kumbolo ini kita harus nge-camp dulu, paginya baru kita lanjut mendaki. Setelah melewati tanjakan cinta, kita akan melewati oro-oro ombo. Disini merupakan tempat tumbuhnya padang rumput yg ditumbuhi Bunga lavender, sangat nampak indah hamparannya.

Penanya 2: Uli
Berapa kisaran total budget untuk bisa kesana terhitung transportasi dan penyewaan tenda?
Jawab :
Sewa jib 500 ribu sekali jalan, lebih baik patungan sama pendaki lain jika fino sendiri atau jumlah Tim mendaki kurang dari 10 orang. Biar lebih murah kenanya. Batas maksimal kuota jib 15 orang. Sewa tenda dihitung per hari, Rp 20.000/hari. Bisa sewa dimalang, disana ada harganya juga. Untuk nesting berapa, tenda berapa, kompor berapa. Ada lengkap pokoknya ditempat persewaan malang. Cuma lupa terkait harga detailnya. Untuk mengurangi pengeluaran yg drastis,saran sih pinjam aja ke temen perlengkapannya. Kemarin sebagian bintang juga pinjam perlengkapannya ke temen FIMalang. He he... sebagian lagi sewa sih.  
Waktu dini hari kemarin terjadi badai,namun kita sudah mencapai batas vegetasi jadi aman.  Telat sebentar saja mungkin kami sudah tidak bisa mendaki.  Karena badainya cukup besar, orang2 dibawah kami balik Turun,gak jadi muncak (nunggu badai reda lebih tepatnya).  Sangat disarankan mendaki mahameru rentang waktu bulan mei-agustus. Karena bulan2 itu cuaca dimahameru sedang bagus, terutama ada Bunga lavender yg mendukung keindahan disana. Dimana Bunga lavender hanya mekar dibulan itu.

Penanya 3: Kak Jetc
Kalo dari skala 1-10, usaha yang bintang keluarkan untuk naik mahameru ini, berada di angka berapa? Trs kalo dibandingkan dengan pas bintang kemaren jadi peserta FIM Traventurace, nah FIM Traventurace ini berada di angka berapa?
Jawab :
Iya, lumayan berat waktu traventurace karena bintang di jogja sampai-sampai gak bisa jalan, dikarenakan Tim kami jarang dapat tebengan alias Jalan kaki.

Yang bintang pernah lihat/ dengar, anak paling kecil yang dibawa buat mendaki Mahameru ini, umurnya berapa? Dan mampunya sampai pada titik/ pos yg mana kah?
Jawab :
Wah, kalau anak kecil banyak banget, sampai terheran-heran alasan apa yg membuat orang tuanya mengijinkan mereka ikut mendaki. Usia sekitar 8 tahun/kelas 1 SD sudah ada yg di ajak mendaki ke mahameruYang anak kecil setahu bintang sampai ranu kumbolo aja, tidak sampai ke kalimati apalagi sampai puncak, sangat jarang/bahkan tidak ada anak kecil lagi disana.
Total waktu tempuh sampai puncak?  Ranu pane ke ranu kumbolo 4 jam, Ranu kumbolo ke kalimati 3 jam (harus camp disini, jangan di archopodo karena rawan longsor) Kemudian kalimati ke puncak 7 jam. Kira-kira berapa waktu tempuh dari start mendaki sampai ke puncak?  2 hari karena harus camp 2 kali jika berangkat dari ranu pane sore, yaitu camp diranu kumbolo dan kalimati.

Penanya 4: Azam
Katanya summit attack itu trek yg paling sulit ya? Bisa diceritain ga summit attack ka bintang spt apa, apakah mirip 5 cm atau itu katanya filmnya terlalu lebay?
Lebih heboh bintang sepertinya karena menurut sumber yang terpercaya (relawan mahameru) film 5 cm itu syuttingnya gak dimahameru melainkan di Gunung Bromo. Waktu brifieng dikasih tahu kemarin, ternyata film 5 cm cuma settingan tempatnya. Oh ya, waktu melakukan pendakian hati-hati ya...  Karena memang batu jatuh itu bener-bener terjadi. 
Kemarin itu batu jatuh sebesar kelapa melewati Bintang, alhamdulilah selamat. Namun ada 3 orang yang terkena batu tersebut hingga luka, Finally mereka gak bisa melanjutkan pendakian dan kebetulan dia ketemu sama guide yang nemenin pemain 5cm naik gunung dan katanya sih beneran daki, ga pake helikopter.  Oh ya, menurut relawan mahameru, satu-satunya artis yg mendaki beneran hanya ada 2 tapi lupa namanya. Kalau gak salah yang satu Nicolas siapa gitu, lupa. Medan Mahameru terlalu berat untuk sekelas artis.
Kemarin aja ada reporter trans 7 yang melakukan syutting beneran, sampai puncak Langsung nangis. Sangat disarankan mendaki mahameru rentang waktu bulan mei-agustus. Karena bulan-bulan itu cuaca dimahameru sedang bagus, terutama ada Bunga lavender yg mendukung keindahan disana. Dimana Bunga lavender hanya mekar dibulan itu.

Penanya 5: Gadri
Perhari perkepala terakhir kira-kira berapa, Tang?
Jawab :
Oke, iya naik, kalau di tiket sih tertulis Rp 17.500 termasuk ansuransi, namun perlu ditambah biaya membawa kamera,handycamp. Kemarin bintang habis Rp 60.000 kalau nggak salah ingat, untuk pendakian 4 hari. Yang saya dengar biaya administrasi udah naik ya tang pasca film 5cm. Oh ya, untuk tahun ini mahameru memiliki relawan dimana para pendaki diberikan brifieng terlebih dahulu sebelum mendaki. Selain itu juga ada jalur baru dari kalimati menuju archopodo, menghemat waktu 30 menit.

Berapa lama total waktu tempuh sampai ke puncak?
Jawab :
Total 2 hari

Penanya 6: Inah
Apa hal yang paling tidak diduga?
Jawab :
Kalau hal yg tidak diduga yaitu terkait makanan. Kemarin kita lebih banyak menyediakan cokelat dan roti. Untuk nasi dan lauk-pauk hanya membawa sedikit sehingga kami kelaparan, mules lebih tepatnya karena kebanyakan makan cokelat.  Untuk pendaki pemula, sangat bintang sarankan membawa gula jawa, jika dijalan kelaparan cukup makan gula Jawa jadi gak ribet menggunyah makanan.

Travelling at Extraorfinary Places

FC Traventure Club merupakan sebuah  club dibawah naungan FIM yang menghimpun para pemuda luar biasa dari berbagai pelosok negeri dalam sebuah wadah, dimana setiap anggota club ini memiliki ketertarikan yang sama yaitu travelling dan adventure, selain itu para member juga memiliki tabiat yang sama yaitu suka keramaian sehingga sangat jarang ditemukan saat-saat grup ini sepi pengunjung, selalu ribut dan memenuhi notifikasi ponsel.

Setiap minggunya grup ini akan mengadakan sharing session yang berfungsi untuk berbagi informasi,ilmu, serta pengalaman menarik seputar travelling dan adventure. Pada kesempatan kali ini tepat pada tanggal 14 September 2014 ada hal yang spesial yang merupakan suatu kesesuatuan bagi setiap member traventure club, hal ini merupakan sebuah catatan sejarah bagi grup ini, hal ini dikarenakan oleh hadirnya duo the RAWAMANGUNS yang menjadi bomber serta moderator . Siapakah mereka ?

Deni Saputra
Mereka adalah.............. MANDI RA BIENNA ELMIR dan UDA DENI SAPUTRA . *tepuk tangan* prok prok prok....... Sebelum masuk ke inti dari tulisan ini perkenankan saya untuk memperkenalkan dua tokoh diatas, yang pertama adalah Mandira bienna elmir, beliau adalah anak ketiga dari ibunda Siti Markhomah dan bapak Elmir Amien, dira mengatakan “okeee, perkenalan saya dira. Mahasiswi cantik menarik dari UGM yang sekarang  akan memoderatori sharing session kali ini” sekian perkenalan moderator. selanjutnya  dari sang bomber, yakni Deni  Saputra  bapak satu anak dan satu istri yang merupakan lulusan Teknik Geofisika ITB 2002 yang pada saat ini bekerja pada sebuah perusahaan asing yang bergerak di bidang oil service. pada sharing session kali ini beliau akan membagi setiap memori yang dimilikinya ditempat-tempat luar biasa yang pernah ia kunjungi.

Mengapa kak deni bisa berkunjung ke tempat tempat yang tidak biasa seperti itu ?
Kak Deni menjawab “karena kerjaan yang mesti dijalani, jadinya kudu jalan-jalan”.  bomber pada kesempatan kali ini merupakan orang yang punya jadwal yang padat diamana pekerjaannya menuntut beliau untuk 5 minggu di kantor dan 5 minggu berikutnya akan melanglang buana menuju hamparan lautan luas, seperti bandung lautan api dan lautan asmara (beberapa kata terakhir merupakan fiktif belaka)  yang tentunya berujung pada setumpuk pengalaman menarik serta unik di tempat-tempat yang tidak biasa dan sungguh luar biasa .

Sudah berapa tempat yang luar biasa diluar sana yang telah kak Deni kunjungi ?
Ada berbagai macam tempat yang tidak biasa kita kunjungi yang telah didatangi oleh kak Deni dan tentunya kunjungan da deni sekaligus dalam rangka mengemban amanah dalam bekerja, tempat- tempat tersebut adalah Luanda di Angola, selanjutnya adalah Lagos di Nigeria, kemudian Cartagena di Kolombia, Faroe  island, Port Gentile di Gabon, serta beberapa tempat lainnya yang ada diberbagai belahan dunia ini.

Bagaimana situasi dan kondisi tempat-tempat yang pernah kak Deni kunjungi tersebut ?
Sebenarnya setiap negara yang pernah dikunjungi kak Deni, belumlah tereksplorasi dengan baik oleh kak Deni sendiri. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan waktu kak Deni di daerah tersebut dari waktu yang dimiliki kak Deni dalam bekerja hanya ada waktu 3 hari untuk istirahat dan berjalan-jalan di tempat-tempat tersebut dan sisanya kembali beliau menjalankan tugasnya ditengah lautan yang begitu luas.

Kak Deni juga menceritakan kondisi dari setiap negara tersebut, seperti halnya Luanda di Angola, daerah ini bisa dikataan seperti Indonesia sekitar 20 tahun yang lalu, seperti halnya ketika Indonesia masih gencar dengan sistem PELITA yaitu pembangunan  lima tahun, di era kepemerintahan presiden soeharto dulu. mengapa hal ini bisa terjadi? menurut keterangan kak Deni, selain memang daerah ini masih berkembang, daerah ini baru saja dilanda peperangan, yakninya perang saudara. Sehingga sisa-sisa serta dampak dari peperangan masih begitu nyata terasa di daerh ini, walaupun sebenarnya sekarang sudah mulai melaksanakan pembangunan kembali

Tempat berikutnya adalah Cartagena di Kolombia, tempat yang satu ini dirasakan kak Deni kondisinya begitu menyerupai Indonesia, dilihat dari segi  iklim tropisnya, kemudian juga vegetasi tumbuhannya, bahkan pedagang kaki lima dipinggiran jalan raya. Bahkan kak deni menganalogikan, berjalan-jalan di Cartagena seperti halnya berjalan di daerah kota Padang menuju ke kota Pariaman. Tempat yang tak kalah uniknya adalah Faroe Island yang merupakan bagian dari negara Denmark, akan tetapi kalau di penyisihan piala eropa faroe merupakan negara sendiri, jadi seperti ada negara didalam negara, hal unik yang ada di faroe adalah penduduknya yang mayoritas adalah orang tua dan anak-anak saja. Lalu kemana para pemuda dan pemudi daerah ini? Mereka semua menjalankan studi di Denmark, sehingga sangat sulit menemukan pemuda di kepulauan Faroe ini. 

Karena sangat terbatas dan sedikitnya jumlah pemuda di kepulauan Faroe mengakibatkan komposisi timnas sepakbola mereka diisi oleh berbagai macam orang di berbagai bidang, seperti petugas bandara, supir truk,dan lain-lain. Tempat yang tak kalah menarik adalah Hammerfest di norway utara, tepatnya didekat kutub utara. Tempat ini memiliki keunikan dimana daerah ini selalu siang karena selalu terkena cahaya matahari, dan saat kak Deni disana bertepatan dengan waktu puasa, sehingga kak deni harus mengikuti waktu jakarta untuk menentukan waktu sahur dan berbuka puasa. Karena tidak memungkinkan  untuk melihat  kapan malam tiba karena malam memang tak kunjung datang disana.

Apa tips dan trik ketika berkunjung ke tempat yang tidak biasa dikunjungi wisatawan tersebut ?
Tidak ada tips dan trik yang spesial bila berkunjung ke tempat baru, lakukan saja seperti saat travelling pada umumnya, seperti mencari info mengenai daerah tersebut terlebih dahulu dan hal biasa lainnya. Kemudian tinggal menikmati perjalanan dan foto-foto di Landmark tempat yang dikunjungi tersebut dan upload ke media sosial. :D


Sesi Tanya Jawab :

 Ario Bismoko Sandjoyo

1.      Bagaimana mengurus visa di negara-negara yang tergolong unik ?
Jawab:
Visa merupakan hal yang paling penting untuk para pekerja dari Indonesia, karena hampir semua tempat yang kita tuju mesti pakai visa. Kalau kak Deni tentunya mengurus bisnis visa, semua supporting documents tentu juga sudah dipersiapkan oleh pihak perusahaan, jadi kita hanya datang untuk wawancara dan menunggu hasil keluar. Tapi di beberapa tempat kita tidak perlu dipusingkan dengan urusan visa seperti ketika di Angola, kita menggunakan short term visa yang langsung diurus dan diselesaikan pihak kantor. Kemudian kalau Faroe island itu merupakan bagian dari schengen country, jadi selama memiliki visa schengen kita bebas untuk berkunjung kesana.

2.      Bagaimana suka dan duka bekerja offshore ?
 Jawab:
kalau dukanya bekerja offshore  adalah waktu istirahat yang begitu singkat dan jauh dari keluarga
tercinta selama 5 minggu, kalau sukanya banyak mengunjungi tempat- tempat yang tidak biasa
dikunjungi banyak orang, kemudian juga mendapat banyak teman dari berbagai negara, bahkan dari total
50 kru, bisa ada 20 nationality berbeda dan juga belajar bahasa tubuh, jika lawan bicara kita tidak paham bahasa inggris.

3.      Apakah ada lapangan futsal di site tempat kak Deni bekerja ?
 Tidak, yang ada hanya lapangan basket di dek kapal .


 Susi susanti ( ichigo ichiyo)

1.      Benarkah kolombia mirip dengan Indonesia dari segi iklim, pariwisata, dan lain-lainnya ?
Jawab:
Kolombia memang mirip dengan indonesia, dari segi cuaca itu panas-panas berkeringat, dan vegetasi tumbuhannya juga mirip seperti di Indonesia, ada pohon-pohon besar di perbukitan,dan pedagang kaki lima di tempat wisata mereka juga khas seperti tempat wisata di Indonesia, terutama dari segi pantainya.

2.      Bagaimana karakter orangnya? Apakah sama dengan Indonesia?
Jawab: 
mirip seperti orang-orang di Indonesia, tapi dengan versi hidung yang lebih mancung

3.      Mana yang lebih besar antara Singapura dan  Kepulauan Faroe ?
Jawab:
Singapura populasinya 5,4 juta dengan luas 716,1 km2, sedangkan kepulauan Faroe populasinya hanya mencapai 499 ribu jiwa dengan luas wilayah 1.400 km2

4.      Kalau kak Deni mengurus berkas visanya ditanggung oleh perusahaan, Lalu bagaimana cara mengurus visa bagi para traveler?
Jawab:
 kalau khusus kolombia, orang indonesia bebas visa untuk 30 hari, dan kalau untuk ditempat lainnya di dunia ini, mengurus visa untuk traveler jauh lebih mudah, asalkan memenuhi persyaratan yang diajukan. Karena bagaimanpun juga, para wisatawan merupakan penambah income bagi negara-negara tersebut.

 Enra

1.      Apa yang paling menyksa saat hidup diatas laut  ? *selain jauh dari istri
Jawab:
Menahan kantuk. Karena dalam satu minggu itu setiap harinya bekerja 12 jam, bahkan satu waktu kak Deni pernah mencuri-curi tidur di wc dikarenakan sudah begitu sulit menahan kantuk. Jadi, pura-pura nongkrong di wc padahal sebenarnya tidur. Oh iya, wc di kapalnya sangat bersih, kering dan juga harum. Jadi gak masalah tidur di wc.

2.      Pernah ada peristiwa menyeramkan atau diujung tanduk atau tidak ketika berada ditengah laut?
Jawab:
Waktu badai laut bahkan ketinggian ombak ketika badai itu kira-kira bisa mencapai 10 meter, mata sampai berkunang-kunang dan mual bahkan antimo pun gak bakal mempan, akibatnya juga jadwal kepulangan dipastikan akan tertunda dan tentunya jadwal bertemu anak dan istri tercinta pun jadi tertunda.

3.      Lautan mana yang terlihat indah dari atas kapal ?
Jawab:
Laut yang paling indah itu ada di laut timor, airnya tenang dan biru seperti danau, dan laut merah karena bisa lihat hiu secara langsung. Tapi yang namanya laut sama saja, sejauh mata memandang yang kita saksikan hanya air semata, jadi keindahannya dirasakan dihati saja.

 M.Fahmi

Setelah mengunjungi banyak negara, adakah perubahan cara pandang terhadap Indonesia ? Jika ada seperti apa ?
Jawab:
Justru setelah melihat banyak negara kak Deni merasa makin cinta terhadap NKRI dikarenakan, kak Deni termotivasi ingin Indonesia bisa berkembang dan maju seperti halnya negara lainnya, dan sangat tidak mau NKRI hanya dihisap habis-habisan hasil sumber dayanya oleh segelintir orang seperti halnya di Nigeria.

Kamu memiliki karir yang bagus, pernahkah terbersit untuk mencari pekerjaan lain? Jika ada perekjaan seperti apakah itu?
Jawab:
Ingin, kak Deni ingin menjadi seorang researcher, atau menjadi seorang pebisnis alat-alat geofisika.  Terakhir kak Deni ingin mengambil sertifikat pelatih sepak bola,  supaya bisa menjadi pelatih sepak bola di masa tua nanti, (itu mimpi disiang bolong hahah)

Gadri

Jika berkunjung ke tempat yang tidak ada hubungan kerjasama dengan indonesia, apakah tidak ada permaslahan adm negara?
Jawab:
Alhamdulillah sejauh ini belum ada permasalahan adm negara, karena passport NKRI masih dikenal di semua negara, berbeda dengan kasus Israel, passport yang telah mendapatkan cap imigrasi Israel dilarang masuk ke negara-negara timur tengah.

Kak Deni kan bekerja di oil sevice, apakah ada permasalahan mengenai lingkungan dengan daerah sekitar tempat kak Deni bekerja?
Jawab:
Kalau permasalahan lingkungan, karena kerjaan kak Deni spesifik pada survey seismic, jadi belum ada aktivitas pengeboran dan lain-lain.concern ke lingkungannya ya ke mamalia disekitar itu.


 M. Riyan Kamil

  Pernah merasa tidak betah disuatu tempat akan tetapi mesti bertahan?
Jawab:
Pernah. Namanya kerja motivasi tentu ada naik turunnya, motivasi turun itu ketika harus berpisah lama dengan keluarga, sampai kepikiran untuk mencari pekerjaan baru, tapi pas masa gajian dan telah waktunya pulang, kayaknya kerjaan seperti sekarang yang paling top buat kak Deni.


 Kalau kak Deni punya pilihan lebih baik kerja seperti sekarang atau lebih memilih mencari pekerjaan baru?
Jawab:
Kak Deni merasa, kerjaan yang sedang dia jalani sekarang itu yang paling fit in buat dia karena apa yang dia kerjakan sekarnag sesuai dengan apa yang dia kerjakan dimasa kuliah dulu, terus bisa melihat dan bertemu hal serta orang-orang baru juga bertemu dengan teknologi-teknologi baru, kemudian juga bisa mengunjungi berbagai tempat di dunia setiap 5 minggu. 

Sekianlah sharing session pada tanggal 14 september 2014 ini, semoga diskusi yang dimoderatori dan di materikan oleh the RAWAMANGUNS bisa memuaskan kehausan kawan-kawan semua akan informasi mengenai tema terkait dan walaupun banyak pertanyaan yang dijawab dengan singkat dan agak ngelantur oleh sang bomber kita yang sulit utuk dikorek dan juga begitu humble ini, alhamdulillah seluruh pertanyaan mampu dijawab dan diselesaikan. Sampai jumpa pada pertemuan lainnya saya notulen pada tanggal 14 september 2014 mewakili segenap kru yang bertugas, mengucapkan terima kasih dan salam olahraga !. *eh salah.



Salam untuk seluruh Anggota Traventure Club dimanapun berada.

Friend With Stranger

Monday, September 22, 2014

Diskusi kali ini akan membahas mengenai Friend with Stranger pengalaman dari Mierza
Mierza Darsya Putra
Darsya 
Putra seorang konsultan yang sudah malang melintang di dunia traveling, mengulas cara berteman dengan orang asing serta tips bergaul dengan para bule agar kita tetap menjaga rules yang kita pegang selama ini, penasaran ya ?? Yuk dibaca hasil sharing session kita kali ini. 



Kenapa sih kita harus temenan sama orang asing?

Nah pertanyaan ini mungkin jadi kalimat pembuka untuk share sekarang. Kali ini Mierza sang bomber yang baru saja naik ke pelaminan akan mencoba berbagi cerita tentang pengalamannya backpaker ke Negara Sakura yang diawali karena kegalauan sahabatnya yang baru putus. Pengalaman backpakernya ini membawa beliau ingin bercerita tentang ‘Friend with stranger’ karena hal ini mungkin dirasa jadi suatu hal yang penting ketika melakukan traveling. Daripada penasaran yuk kita mulai simak hasil diskusinya.

Ketika kita sedang jalan-jalan pasti kita bertemu dengan orang-orang yang mungkin baru kita kenal, atau sengaja kenalan karena nanyain alamat, atau ga sengaja kenal karena dikenalkan oleh temen kita, atau karena alasan lainnya. Jadi ketika kita lagi jalan-jalan kita harus temenan sama orang asing, asing disini bukan berarti bule tapi lebih kepada seseorang yang belum kita kenal.

Tahun 2007 adalah pengalaman pertama gue Backpaker. Jadi saat itu ada sahabat gue yang baru putus sama cewenya kemudian sedikit depresi dengan keputusannya dan ketika ditanya ingin pergi kemana kemudian dia tiba-tiba jawab “Jepang!!!”. Pertama kali mendengar jawaban tersebut otomatis gue shock. Setelah itu gue liat tabungan dan dihitung-hitung cukup untuk beli tiket. Akhirnya kita berdua pergi ke Tokyo dan nginep di rumah kakak kelas yang sedang menempuh S2. Selain itu untuk di Kyoto dan Osaka kita lebih milih hostel murah ditambah lagi kita membawa perbekalan dari rumah seperti indomie, kornet, abon, rendang pokoknya semua cukup lengkap. So far perjalanan lancar banget, ketemu kakak kelaspun itu sangat membantu karena disana kita numpang tinggal, numpang makan dan setelah dari Tokyo lalu kita pergi ke Kyoto.

Sampe di Kyoto kita langsung ke hostel yang isi kamarnya 8 orang. Dari situ gue sok ramah dan ngobrol-ngobrol sama bule disana. Saat itu backpaker ke luar negeri belum banyak infonya, jadi informasinya sendiri masih di indobackpakers yang dijadikan panduan. Dari sok kenal itu gue dan temen gue dapet temen jalan selama di Kyoto ada Franc orang Kanada dan Nick dari Austali dan ini sangat membantu sekali perjalanan ketika di Kyoto.

Lain cerita waktu itu gue dan temen-temen nabung setahun ngajak temen-temen buat backpakeran keliling Eropa, dapetlah berlima dan kita semua udah arrange itinerary plus cari tiket promo. Menjelang setahun tiba-tiba dua orang yang suami istri pamit mau naik haji jadi cancel, ga lama setelah itu sohib gue yang satu mau pindah kerja dan pindah kerja jadi otomatis ga jadi join backpakeran kali ini. Tapi alhamdulillah ada temen gue satu lagi yang niat banget, hingga akhirnya berduapun kita jadiin deh show must go on.

Sesuai dengan pengalaman sebelumnya akhirnya gue memberanikan posting di indobackpackers itinerary gue selama ke Eropa: London, Brussel, Eindhoven, Amsterdam, Keukenhoff, Frankfurt, Luzem, Milan, Roma, Venetia, Paris, Barcelona. Siapa tau ada yang mau barengan dan syukur kalo ada orang Indonesia yang lagi tinggal disana yang bisa ditumpangin, ternyata setelah posting itu sambutannya cukup oke. Ada kang oggie yang nawarin tumpangan di London plus guide tambah juga mau masakin kita, ada mbak Detty di Einhoven yg nikah sama Ralf yg jadi muallaf, masakannya enaaak banget, apartemennya jg bagus. Terus mas Krisna di Luzern yg nikah sama researcher Swiss, rumahnya hommy banget yang letaknya tepat di bawah kaki gunung Pilatus plus ngasih voucher Mcd buat makan siang dan juga nganterin kita ke kota sebelah Interlaken. Hidup ini benar-benar indah jika orang-orang yang baru kenal pada baik semua kaya gini. Selain itu gue juga ketemu Rika mahasiswi tajir yang lagi ambil sekolah fashion di Paris dan beberapa orang indonesia yang baik hati lainnya. Itu semua tadinya orang yang ga gue kenal sama sekali, mereka itu stranger yang bisa jadi baik banget, bisa jadi deket sampai sekarang, bisa akrab karena kita mau membuka diri. Dengan begitu banyaknya jasa mereka buat gue, gue juga harus tau diri kalo ke rumah orang ga mungkin gue bawa hal-hal sepele. Tapi gue bawa sesuatu yangbisa jadi credit point contohnya kaya gue bawain batik buat Angela istrinya Krisna, bawain rokok buat temennya Rika, atau rendang satu plastik untuk masing-masing tempat yang gue kunjungin. Dari situ gue berpendapat stranger itu adalah sodara yang belum kita temuin sebelumnya.

Dan beberapa tahun belakangan ini gue ikut couchsurfing yaitu suatu komunitas yang bisa saling numpang nginep, share moment bareng, share ide untuk backpaker se dunia. Udah lebih dari 20 orang tamu dari berbagai negara nginep di rumah gue dan ini juga jadi salah satu balesan gue buat hal-hal yang udah dilakukan stranger lainnya ke gue selama gue backpaker.


SESI TANYA JAWAB
 Vaness :
Total budget ke Europe itu berapa untuk berapa hari kak? Di masing-masing kotanya maksimal berapa hari (berhubung nginep di tempat stranger-stranger itu juga pasti ada pertimbangan waktu juga kan yah)?
Jawab :
 Budget sebenarnya kan menyesuaikan sama mau ngapain kita disana kan. Yang jelas tiket pesawat, kalo dapet murah, jakarta eropa return bisa 8 jutaan naik ettihad atau sejenisnua, kalo normalnya 10 jutaan. Trus hostel backpacker per hari 250 ribuan, makan mc donald per paket. 70 ribuan, kalo bisa numpang kan gratis

Iin:
Kira-kira gimana cara ngebedain stranger yang bener-bener friendly atau stranger yang jahat. Kira-kira ada saran ga kak buat antisipasi?
Jawab:
 Kalo di komunitas kayak couchsurfing bisa diliat di web dia, makin banyak temennya makin recomended, trus ada istilah vouch, dia di jamin sama orang yang udah terpercaya. Kalo tinggal di hostel biasanya keliatan kok, orang yang sincere atau males diajak ngomong. Kejahatan bisa terjadi sama sapa pun, orang yang udah kita kenal baik pun kadang-kadang nipu kita kan, hehehe

Bening:
Minta contoh gimana mulai percakapan verbal misalnya sama WNA di kereta? bang mierza mungkin bisa kasih contoh pernegara, misal japanese gimana... european gimana...beda orang beda culture biasanya...
Jawab :
Di jepang biasanya basa basi banget
Kayak ii tenki desu ne
Ini hari cerah ya
Orang eropa juga bisa gitu sih
Kayak good weather, isn't it

Apa emang mulainya dari hal-hal sesimpel itu aja? cerita pngalaman aja klo gitu, dimanabang mierza kayak salah tanya gituuu yg bikin awkward :D
Jawab:
Dari situ keliatan, kalo orang welcome apa ngga. Yang awkward? Hmm, waktu ada yang numpang cuma mau numpang gratisan aja. Jadi numpang di rumah gw, tapi sibuk dengan dunianya, nge beer mulu. Tapi itu pengecualian banget, yang lain fine

Sarah:
Gimana dengan ibadah shalat bang mierza? Pernah ga shalat di depan stranger khususnya yang non muslim? Terus apa tanggepan mereka. Ada gak tips-tipsnya menjaga ibadah wajib selama safar?
Jawab:
Shalat ya shalat aja, gw pernah shalat di taman-taman, disneyland, di ruang menyusui, bahkan di ruangan depan gereja. Jadi cuek-cuek aja, dan orang bule tuh cuek sama agama ada juga yang nanya-nanya akhirnya asal kita pede tunjukin aja

Nah pernah punya roomate sama bule jerman. Hari pertama kan tetep shalat terus hari keduanya lagi haid jadi kan shalatnya libur terus mereka iseng nanya "kenapa kamu gak shalat lagi?" pas ditanya gitu bingung jawabnya. Ada ga yang punya pengalaman sama? Huwhuw.
Jawab:
 sepertinya bisa dibahasakan bahwa haid itu kotoran. kita sholat dalam keadaan suci saja. jadi seminggu perbulan itu semacam hadiah (privilege) bagi wanita

Enra:
Pertanyaanku sama kayak sarah cuman nambah dikit. Pernah solat dimana aja pas lagi di public area? Terus ijinnya giman klo lagi bareng mereka? Pernah sakit tiba-tiba ga? Ex. Migran, diare terus gimana tindakannya? Oya nambah lagi toilet umum disana gimana?
Jawab:
Pernah sholat di taman, sholat di disneyland, sholat di ruang menyusui, sholat di parkiran, sholat di ruangan nya gereja.
Diareee, bawa obat-obatanan lokal. Toilet umum bagus, tapi males banget pada pake tissue kalau di eropa, Jepang masih ada toilet air.

Uli :
Bang mierza itu apply visa susah ga yang bang mierza rasain? kan itu ada London tuh berarti beda kan ya sama eropa visanya. Sama bang ke London destinasinya kemana ajaaaaaa????? *super excited sampe guling-guling Di bis*
Jawab :
Iya UK susah, lebih ribet dari amrik sampe sebulan nunggunya mana bayar nya mahal 1,3 jt sendirian.

Bintang :
Mau tanya, bang mierza pernah punya teman yahudi kah di luar negeri? Orang-orang yahudi disana bener kah mayoritas pembenci muslim?
Jawab :
Aku punya temen jewish juga tapi ga ada masalah so far. Karena ga ngomongin agama juga sih. Hehe

Vina :
Pengalaman pas ikut couchsurfing yang paling menarik yang pas dimana? Dan cara daftarnya gimana mas ?
Jawab :
Paling menarik pas yang numpang sama kita atau kita tumpangin jadi sahabat deket even udah lama ga ketemu. Jadi sohib jarak jauh cara daftarnya www.couchsurffing.org. Masuk dan bikin account kayak FB.

Kesimpulannya menurut Mirza jangan takut untuk mengenal orang asing. Anak fim juga sebelum masuk fim sama-sama asingkan. Selain itu ada tambahan kesimpulan dari sudut pandang lain yang menyatakan bahwa, ketemu orang-orang baru saat travelling itu menyenangkan banget. Apalagi klo beda bangsa, beda kebiasaan, dll. Tapi tetep, selain kita harus jadi orang yang open minded, kita juga udah harus punya prinsip yang dimana implementasinya kita jadi orang yang adaptif tapi gak malah merubah nilai-nilai kita yang bahkan bisa ngelanggar prinsip pribadi. Example : kita nginep di tempat orang yang suka ngerokok dan minum. Trus kita akhirnya jadi minum dan ngerokok padahal keseharian gak melakukan itu, tujuannya biar sok asik dan bisa curi perhatian dari orang yang baru kita temui tersebut. Padahal, untuk bisa akrab sama orang, doesnt mean that we have to be like them. Orang asing malah seneng ketemu sama orang-orang yang unik semacam kita yang kalo cebok pake air, milih-milih makanan karena ga bisa makan yang haram, milih pergi ke restoran untuk fotoin makanan untuk di foto di path dibandingkan pergi ke pub. Bukankan emang tujuan bertemu orang-orang baru untuk mengenal kebiasaan masing-masing?

Kedua, walaupun rating di couch surfing si host kita ini bagus gak ngejamin ini akan benar-benar ngejaga kita. I mean, ini karena saya punya sahabat deket yang dulu saya kenal punya kepribadian yang sangat memegang teguh nilai-nilai but then everything has change ketika orang tersbut tinggal dan (mungkin tukar pikiran dll) dengan host-nya tersebut hingga akhirnya orang tersebut jadi berubah 180 derajat, dan saya 'kehilangan' dia, sampai detik ini. Solusinya, kemanapun kita pergi, kemanapun kita tinggal bersama siapa dan dimana, please tell to your close friend, family, kasih tau kita lagi dimana, dengan siapa, semalam berbuat apa. Biar kalo terjadi sesuatu di diri kita, orang-orang itulah yang bisa menjaga kita. Walau jauh, tapi setidaknya mereka tau dimana kita bisa ditemukan.

Itu hanya tambahan agar kita tetap bisa punya rules yang baik dan yang tidak baiknya dari ketemu stranger people. Banyak kisah bahagia dari bantuan orang-orang baru yang kita kenal, tp ada juga yang akhirnya malah jatuh dan tak bisa bangkit lagi. For remind us to be always becareful, sebisa mungkin selalu bilang ke ortu (atau org terdekat) kita lagi kemana dan ngapain.


Keep safe and enjoy holiday.