Solo Trip

Monday, August 4, 2014



Kali ini Bang Fahmi seseorang yang mempunyai usaha di bidang travel diberikan kesempatan untuk
Mokhamad Fahmi Fauzi
menjadi bomber diskusi mingguan FIM Traventure dengan tema solo traveling. Pria berdarah sunda ini merupakan angkatan paling senior di FIM dan traveling yang dilakukannya pun sudah hampir setengah dari Indonesia mungkin lebih, nah kali ini bang Fahmi bakalan bahas tentang solo trip, selamat membaca :

Biasanya kalo ada orang diajak buat traveling pasti akan ada banyak pertanyaan yang dilontarkan kepada si penanya contohnya seperti “ke mana?”, “berapa hari?”, “kira-kira abis uang berapa?” dan satu pertanyaan yang ga kalah sering diajukan yaitu “SAMA SIAPA AJA”?

Siapa teman perjalanan kita saat traveling memang penting, karena bagaimana pun kita pasti tidak mau menghabiskan waktu sepanjang perjalanan bersama orang yang tidak cocok dengan kepribadian kita atau orang yang punya sikap yang tidak kita sukai. Bagi sebagian traveler, bahkan ada yang males traveling kalo sendirian. Jadi harus ada temennya mau itu satu atau lebih yang penting ga sendirian. Padahal jika mau mencoba solo-traveling itu sebenernya banyak banget manfaatnya, antara lain:
  • lebih bebas
Kita bisa mengatur jadwal dan agenda semau kita tanpa harus repot 'berkompromi' sama orang lain, sesuatu yang kadang sulit dilakukan bahkan dengan orang yang kita pikir udah sangat kita kenal.
  • Kesempatan berinteraksi dengan orang lain lebih besar
Saat traveling sendirian kita secara tidak sengaja ‘dipaksa’ untuk berkenalan, membuka permbicaraan, bahkan meminta tolong dari orang yang sebelumnya ga kita kenal. Melatih cara kita berkomunikasi dan menemukan bahwa banyak orang baik di luar sana yang siap membantu kita.
  •    Kesempatan berkontemplasi
Saat solo traveling kita akan punya lebih banyak waktu luang dan ‘waktu sepi’. Misalkan saat di perjalanan atau malam hari saat terbangun dari tidur it's time to have some deep thoughts memikirkan kehidupan, keluarga, cita-cita, atau apapun yang jarang/ tidak sempat kita pikirkan di tengah rutinitas keseharian kita.

Salah satu solo traveling yang pernah saya lakukan dan paling berkesan buat saya adalah : Banda Aceh – Bogor di bulan Desember 2008, selama 20 hari. Rutenya adalah : Banda Aceh-Medan-Bukit Tinggi-Padang-Palembang-Bandar Lampung-Jakarta-Bogor. Ketika di Medan, menginap di kosan temen, city tour di Medan, dari Medan ke Brastagi dan Parapat menggunakan motor. Ketika di Bukit Tinggi saya menginap di rumah om-nya temen kuliah, kemudian trekking ngarai Sianok-Koto Gadang, dan sempat idul adha di Bukit Tinggi, lalu menginap di rumah teman sesama komunitas Hospitality club (HC), mengunjungi Sikuai. Ketika di Palembang saya menginap di rumah anak HC juga, city tour dan banyak membicarakan tentang cita-cita. Kemudian ketika di Bandar Lampung-Jakarta itu saya numpang lewat aja karena disuruh pulang sama orang tua.

Pengalaman paling berkesan saat solo traveling : ketika di perjalanan Medan – Bukit Tinggi dapet bis buluk yang lampu depannya mati, jadi melewati jalan yang kiri kanannya hutan hanya dengan mengandalkan lampu rem mobil di depan serta insting dari si supir. Saat itu saya merasa bagaimana namanya ‘pasrah saat melakukan perjalanan’. Saya dipaksa untuk memikirkan apa saja yang udah pernah dilakukan selama 23 tahun, hubungan saya dengan keluarga dan termasuk membuat keputusan siapa saja yang bakal dilamar saat saya siap untuk menikah :p *oh ini curhat colongan*.

Untuk budget uang yang paling banyak digunakan saat saya solo traveling adalah untuk transport antar kota sedangkan untuk transport dalam kota, penginapan dan makan mayoritas gratis. Tapi kita juga harus tau diri berusaha untuk jadi tamu yang baik dari teman-teman atau saudara yang kita tumpangi yaitu dengan sesekali membantu pekerjaan di rumah seperti cuci piring atau sapu-sapu, atau sesekali traktir tuan rumah ketika makan diluar rumah. Hal tersebut sangatlah perlu dilakukan sebagai rasa terima kasih kita kepada tuan rumah.

Demikian cerita singkat saya tentang solo traveling I strongly recommend you to feel the experience of solo traveling, at least once in a lifetime. apalagi buat yang masih muda, masih sehat, dan belum nikah. Banyak banget hal yang bisa kita dapetin dari solo traveling yang sebagian besar adalah hal yang ga akan kita dapetin kalo kita jalan bareng temen. Bang fahmi pun menutup ceritanya dengan peribahasa kaum Moor; 

He, who does not travel, does not know the value of men.


Sesi pertanyaan
  •  Azzam Ghozi
\ Pernahkah nyasar di daerah yang bang fahmi ga ngerti bahasa setempat  Kalo pernah dimana dan bagaimana menemukan jalan keluarnya 
Jawab: 
Belum pernah, karena saya kalo bepergian selalu ke wilayah yang dimana orang bisa bahasa indonesia. Tapi saya pernah nyasar di bukit tinggi tapi gapapa nikmatin aja perjalanannya, duduk dipnggir jalan liatin orang lalu lalang sambil mengamati kebiasaan mereka. Kalo udah puas nyasarnya tinggal tanya-tanya aja sama orang setempat pasti ditunjukin jalan.
  •  Qadr Jatsiah Elmir 
Mau nanya, menurut  fahmi, you will also strongly recommend to do solo trip, to the muslimah, or not ? dengan konsiderasi bahwa ada fikih yang bilang ga baik perempuan bepergian sendirian tanpa muhrim, plus sering ada kejadian ga enak tentang muslimah yang lagi solo trip ?
Jawab: 
rekomendasi ini berlaku secara umum. Kalo ada pemahaman pribadi yang membuat kita tidak mungkin melakukan perjalanan sendiri, maka opsinya setidaknya ada 2 : 
(1) tidak melakukan solo traveling sama sekali 
(2) traveling meskipun tidak solo namun bisa tetap merasakan manfaatnya (independensi, kontemplasi, interaksi).

Tentang kejadian tidak enak it can happen to anyone, baik yang sedang solo traveling maupun yang grup traveling yang dibutuhkan saat itu adalah common sense. Akal sehat harus selalu ‘dinyalakan’ sederhananya kalo ada pilihan jalan antara gang gelap sama yang terang benderang, mana yang kita pilih ? Common sense akan memilih yang terang. Atau ada pilihan nanya jalan ama seorang kakek yang jualan minuman, atau pemuda yang keliatan mabok. common sense akan memilih si kakek. Dari pengamatan saya, melatih common sense lebih efektif saat kita sedang solo traveling karena semua pilihan perjalanan kita yang menentukan tanpa campur tangan orang lain. 
  • Qadr Jatsiah Elmir: 
 jadi, kak fahmi akan merekomendasikan tersebut sama kuatnya baik bagi laki maupun perempuan ? tanpa ada rekomendasi khusus ?  
Jawab:
(repost) kalo ada pemahaman pribadi yang membuat kita tidak mungkin melakukan perjalanan sendiri, maka opsinya setidaknya 2 : (1) tidak melakukan solo traveling sama sekali (2) traveling meskipun tidak solo namun bisa tetap merasakan manfaatnya (independensi, kontemplasi, interaksi).

Maksud dari "traveling tidak solo tapi tetap bisa merasakan manfaat solo traveling", mksdnya teknisnya jadinya traveling dengan cara seperti apa?
Jawab :
>> Independen: membuat kesepakatan dengan teman seperjalanan bahwa di lokasi tujuan, tiap orang punya hak untuk membuat keputusan masing-masing. Contoh: setiba di kota tujuan dia ingin ke tempat A sementara kita pengen leyeh-leyeh, ya bebas aja. Itu contoh merasakan manfaat independensi meskipun kita tidak sejalan dengan apa yang temen kita mau.
>> Kontemplasi: sepakati me-time dengan teman seperjalanan. 
>> Interaksi: gampang contohnya buang peta, itin atau panduan perjalanan lalu ngobrol sama orang setempat.
  • Uli:
  Kalo ketemu orang baru saat solo traveling kan emang pasti ya. Tapi gimana tips and trick biar kita ga ketipu atau dijahatin sama orang baru tersebut ?
Jawab:
>>Kalo untuk keperluan nanya jalan dan sejenisnya cukup pake common sense, seperti yang udah dijelaskan di atas kalo untuk keperluan nanya jalan dan sejenisnya, cukup pake common sense, seperti yang gw jelaskan di atas.
>>track record. Kalo emang mau minta bantuan orang lain yang baru kita kenal untuk jadi host yang bakal sering berinteraksi dengan kita paling aman ya cari orang yang dikenal sama kenalan kita, kaya saya yang nginep di rumah omnya temen saya saat di Bukit Tinggi. Atau bisa juga manfaatkan jaringan  hospitality club/couch surfing yang track record-nya jelas. Tapi tetep senjata utamanya : common sense/ akal sehat. Kalo kita bisa menggunakan common sense dengan baik, niscaya kita bakal dapat terhindar dari kejahatan orang lain. Malah kita bakal ngerasain bahwa ternyata orang baik masih lebih banyak dibandingkan orang jahat.
  • Gadri
Selama perjalanan 20 hari solo trip, dimanakah tempat yang paling berkesan menurut kak fahmi, mengapa ?
Jawab:  
Bukit Tinggi karena saya disambut layaknya keluarga sendiri oleh orang yang baru dikenal kebetulan saat itu idul adha itu artinya saya makan daging orang bukit tinggi yang jago masak. I’m sure you can relate…
seperti di Aceh, di Bukit Tinggi saya juga belajar tentang sejarah. Fenomena pahlawan lokal yang dianggap sebagai pengkhianat di level nasional. Saya juga belajar banyak kejadian yang disebut pemberontakan di masa lalu bukan sekedar siapa saja yang benar dan siapa yang salah, tapi ada motif yang melatarbelakanginya dan hal itu sangat menarik untuk dipelajari lebih mendalam.
  •    Gadri: 
Wisata yg sudah dijajaki selama di bukittingi ?
Jawab: 
Jam gadang, pasar atas-bawah, ngarai sianok, koto gadang, rumah bung hatta, goa jepang, lembah harau, pernah juga lanjut motoran ampe maninjau. saat masuk ruang kerja bung hatta, gw ngebayangin bung hatta duduk di salah satu pojokan ruangan, menelurkan pemikiran-pemikirannya untuk bangsa Indonesia, udah cukup untuk membuat gw bergidik, makin kagum ama apa yang udah dia sumbangkan buat Indonesia. hidup Hatta!!!
  •  Habib K Wijaya:
 Tanya. Sebelum jalanin solotrip, umumnya pertimbangan atau pencapaian apa yang jadi tujuan harus ngelakuin solotrip ya ? Terlepas dari ide manfaatin waktu masa muda atau mengenal daerah baru. Pernah bebetapa kali 'solotrip' daerah di indonesia, tapi rasanya belum ketemu yang menarik. Ada saran bijakkah buat solotrip itu jadi berkesan ?
Jawab: 
Solotrip dengan tema Pembuktian Cinta, bib. serius. been there done that. Tapi serius, bib tema besarnya : Pembuktian. Saat kita coba melakukan sesuatu yang kita pikir kita tidak mampu melakukannya sebelumnya itu yang membuat perjalanan jadi berarti.
  •   Ihsan Satriawan: 
Ada rekomendasi tempat-tempat yang bisa dijadikan solo trip yang mengedepankan kontemplasi diri ga bang ?
Jawab: 
Danau Toba.
Kalau di pulau jawa Bang ?
Jawab: 
di atas kereta jarak jauh. Favorit saya adalah matarmajan pasar senen – Malang.
  •  Milwan : 
 Gua mau tanyaa. Gimana ngilangin nilai kebosenan di saat perjalanan yang panjang. Kalau merenung mah, pasti kang. Kalau kebanyakan mah,bosen juga heee.
Jawab:
Lakukan hal yang lu sukai, kalo gw sukanya : ngobrol. Jadi saat bosen dan ga ada yang bisa dilakukan ya gw ngobrol sama siapa pun, bahkan sampe tukang jualan pernah gw ajak ngobrol ngalor ngidul.


9Gmana kalau kita udah blank di saat kita membutuhkan seseorang untuk membuat keputusan di saat tidak ada snyal dan baterai gua low.*gua sering gtu, antisipasinya kang
Jawab:
Banyak cara lain untuk berkomunikasi saat hp ga bisa dipake salah satunya : ngobrol. Justru saat seperti itulah kita sebaiknya lepas dari hp, peta, atau buku panduan. Berinteraksilah dengan orang setempat, siapapun yang saat itu ada di sekitar kita.

Inilah cerita diskusi Solo Traveling yang disampaikan oleh Bang Fahmi mulai dari pengalaman yang luar biasa dari kisah 20 hari solo traveling sampe disuruh pulang sama orang tuanya, lalu tentang tips and trick, tentang kontemplasi diri, membuang jenuh dari solo trip yang sudah berulang kali dilakukan dengan pembuktian cintanya, tentang bagaimana kita bisa memutuskan apa-apa dengan sendirinya, tentang interaksi dengan sekitar dan pastinya pengalaman yang berbeda dari trip biasa yang dilakukan bersama teman/ keluarga. Salam solo traveling!



He, who does not travel, does not know the value of men 
 -peribahasa kaum Moor -

Umroh Backpacker



Bomber kali ini akan membahas tentang Umroh Backpaker yang bakalan di sharing dari pengalaman pribadi Sari Aulia Santri seorang
Sari Aulia Santri (tengah)
mompreneur 1 anak yang merupakan alumni Geografi UI 2003. 
Beliau menyatakan bahwa bisa kepikiran untuk melakukan Umroh Backpaker (UBP) karena biar murah sehingga satu keluarga bisa keangkut. Selain itu untuk masalah biaya yang dibutuhkan itu tergantung dari tiket, jika ada promo maka total biaya bisa dibawah 10 juta. Untuk waktu tempuh yang dilaksanakan dalam umroh backpaker ini adalah waktu standar umroh yaitu 9 hari, sedangkan rute perjalanannya mengikuti rute standar yaitu Madinah-Mekah. Rute dari bandara Jeddah ke Madinah dulu baru ke Mekah karena biar ga ribet untuk ihram di pesawat dan bisa belanja di Madinah untuk keperluan di Mekah seperti kurma dan oleh-oleh, jadi umrohnya ga kepikiran lagi.

Masjidil Haram
Latar belakang UBP ini adalah dari hobi Sari bersama suami yaitu sama-sama menyukai hiking dan traveling hingga akhirnya sebelum melanjutkan ke tempat-tempat lain untuk traveling tersadarlah akan kewajiban seorang muslim yaitu apabila ia mampu maka wajib mengunjungi 3 tempat di dunia yaitu Mekah, Madina dan Al-Aqsa. Berhubung naik haji itu belasan tahun nunggu dan nabungnya maka kami berdua pun searching tentang UBP dan ternyata alhamdulillah banyak peminatnya, tinggal mengajak teman-teman lewat posting di grup Backpaker Dunia, kumpulkan 40 calon jamaah UBP dan kami bisa berangkat.

Perbedaan antara Umroh Backpaker dengan umroh reguler yaitu :
1.      Cari tiket sendiri.
2.      Cari makan sendiri.
3.      Cari hotel semurah-murahnya.
4.      Tidak menggunakan guide 24 jam.
5.      Tidak didampingi ustadz dari Jakarta.
Untuk tiket termurah yang saya ketahui yaitu ada yang pernah mendapatkan 2 juta PP menggunakan Air Asia. Sedangkan untuk tiket murah dan relatif stabil harganya adalah Jetair rute Bangkok-Jeddah yang harganya 4-6 juta PP tapi harga tersebut belum termasuk Jakarta-Bangkok. 

Sesi tanya jawab
  • Taufik
Apa saja cost yang paling tricky selain tiket? 
Jawab:
Cost yang paling tricky diantaranya tiket yang harganya 4-8 juta PP dan Land Arrangement $500 yang terdiri dari visa, hotel (kalo standar bisa 200rb/ malam), muthowwif dan bus city tour. Inti dari UBP ini adalah semakin banyak peserta yang ikut maka akan semakin murah budgetnya karena hitungan di bus. Jika ada 20 atau 40 jamaah maka hitungan tetap 1 bus AC untuk city tour. Jika ingin lebih hemat lagi bisa bener-bener backpaker atau ngegembel tidur di mesjid dan di hotel hanya untuk menyimpan koper dan mandi, tapi hal ini akan sulit dilakukan untuk perempuan apalagi yang membawa anak. Intinya kita harus pinter cari tiket diskon untuk menekan biaya yang besar. Untuk perempuan jika ingin pergi umroh harus pake mahrom karena hal tersebut tertera di visa.
  •      Azzam
Bagaimana jika hanya ada kurang dari 10 jamaah UBP apakah possible atau tidak ?
Jawab: 
berempat pun bisa tapi nanti untuk city tour tidak menggunakan bis tapi sejenis elf yang muat untuk 8-10 orang. 
ketentuan apa saja yang perlu dipersiapkan untuk memulai UBP? 
Jawab :
syarat awal UBP yaitu : 
  •   Niat yang kenceng kalo perlu tiap malam tahajud, doa sampe tumpah-tumpah biar bisa liat ka'bah.
  •  Searching tiket murah (abaikan kalo harga diatas 70 juta).
  •  Gabung di grup UBP.
Taufik
Jadi ini semacam UBP terencanakan ya ? Bukan seperti biasanya kita lihat jamaah “backpacker” yang tidur pun bisa di area masjid ?
Jawab: 
Kemana pun kita traveling maka harus terencana, sampai ke detail mau makan apa dan dimana, kita ini backpaker bukan gembelers. Untuk backpacker sendiri kita bisa sesuaikan budget, makan disana sebenarnya mahal-mahal bisa satu porsi Rp 50.000 tapi porsinya sangat besar bisa 3x makan sendiri sehingga kita bisa sharing dengan teman satu perjalanan dan jadi bisa lebih hemat tentunya. Oia untuk informasi di Masjidil haram dan nabawi itu buat penjaga cowo / asykarnya ga begitu ketat bawa makanan boleh asal jangan terlalu banyak tapi untuk di cewe asykarnya sangat ketat sehingga tiap tas diperiksa dan makanan akan disita.

  •    Tri Nugraha Sukanto
Bulan apa yang enak (sepi di Nabawi dan Haram, cuaca nyaman dan tiket murah) untuk UBP ?
Jawab:
 paling enak Januari-Maret karena masih musim dingin, dan bulan tersebut adalah bulannya setelah haji sehingga harga hotel masih standar. Hindari libur anak sekolah yaitu Juni dan sy'aban (sebelum ramadhan) karena visa pasti mahal harganya bisa 3x lipat. Untuk sepi atau rame sebenarnya relatif apalagi tahun belakangan ini yang umroh membludak apalagi ditambah masjidil haram yang sedang di renovasi sampe 2017 jadi hanya beberapa pintu aja yang buka.

Btw apakah city tour itu harus adakah?
Jawab:
 city tour iya dong harus karena sayang kalo kesana tapi ga berkunjung ke situs sejarah.

  •      Adib
Adakah itinerary harian kak ?
Jawab:
 untuk itinerary harian nanti dilampirkan.
Modal minimal berapa?
Jawab :
Minimal 10 juta (jika dapat tiket promo 5 juta)
Visa apakah berbeda tiap musimnya ? Daftarnya di kedubes UEA ? Biayanya berapa ?
Jawab :
Visa musim biasa dan ramadhan beda, urusnya cukup ke travel kalo bisa cari travel yang langsung ke provider visa (Cuma ada beberapa di Jakarta) visa kurang lebih $75-$120.
Jadi yang diurus travel apa aja selain visa ?
Jawab : 
Selain visa travel bisa urus hotel kita.
Btw ga bisa daftar ke kedubes sendiri ?
Jawab :
Kedubes tetap akan melimpahkan ke provider jadi sama saja.
  •    Iin
Apa kelebihan dan kekurangan UBP dengan umroh yang pakai biro ? Selain dana apalagi ?
Jawab :
Kelebihan:
  • Dana jelas lebih murah.
  •  Bebas piih city tour.
  •  Bebas pilih makanan (banyak warteg disana).
Kekurangan:
  •  Tidak cocok untuk orang tua karena hotel murah biasanya jaraknya jauh dari masjid. Atau kalo orang tuanya sehat tidak jadi masalah.
  • Tidak cocok untuk lidah ‘ndeso’.
  •  Sedikit terpacu adrenalin di bandara karena ga ada guide dari Jakarta.

Gimana cara menghindari ketipu ketika sudah sampai disana ? apakah disana rawan makelar ? Nanti takutnya ditipu harga travel, hotel dsb.
Jawab :
Makelar aku pernah nemuin 3:
  •  Petugas bandara yang minta uang padahal tugasnya dia memang menempelkan kode di koper.
  •   Jasa cium hajar aswad dengan maksa.
  •  Jasa foto di jabal rahmah. 
untuk masalah jika ada penipuan dari travel itu bagaimana ? 
 Jawab :
Sebenarnya visa asal lengkap syaratnya pasti keluar, tapi banyak travel yang uang dari jamaah diputer dulu jadilah pas deket hari H uang yang entah dikemanain wassalam. Untuk syarat visa : paspor 3 nama, tiket pp, hotel, mahrom dan yang paling penting banget adalah tiket PP karena hotel dan mahrom bisa diatur dulu. Untuk nama yang masih 2 kata maka bisa ditambah nama bapak masing-masing.
Sebelum menutup share malam ini yang bertema Umroh Backpaker jadi ada beberapa tips dari bomber untuk UBP yaitu niatkan untuk nabung beli tiket promo, minta sama Allah berdoa karena ga ada yang ga mungkin bagi Allah, mekah itu Cuma ‘sejengkal’ bawa kita kesana menurut Allah.

Berikut Itinerary Umrah Backpacker 2015 :



Februari 2015 – 16 hari total
Day
Date
Route
Flight
Carrier
Depart
Arrive
Action


1
Rab 11 feb
CGK to BKK
QZ254
AA
07:20
10:45
Tiba di DonMueang


2
Kam 12 feb
BKK to MUM
9W69
Jetair
14:35
17:45
Depart dari Suvarnabhumi


2
Kam 12 feb
MUM to JED
9W522
Jetair
19:20
22:30

Malam 1*

3
Jum 13 feb
JED to MED
-
Travel
24:00
08:00
Jam depart optional lihat sikon
Hari 1 MED, Malam 2
Jum’at
4
Sab 14 feb
MED
-
Travel
-
-

Hari 2, Malam 3

5
Ming 15 feb
MED
-
Travel
-
-

Hari 3, Malam 4

6
Sen 16 feb
MED
-
Travel
-
-

Hari 4, Malam 5

7
Sel 17 feb
MED to MEK
-
Travel
15:00
22:00
Jam depart optional lihat sikon
Hari 5 MED, Malam 1 MEK
½ hari MED
8
Rab 18 feb
MEK
-
Travel
-
-

Hari 1, Malam 2

9
Kam 19 feb
MEK
-
Travel
-
-

Hari 2, Malam 3

10
Jum 20 feb
MEK
-
Travel
-
-

Hari 3, Malam 4
Jum’at
11
Sab 21 feb
MEK
-
Travel
-
-

Hari 4, Malam 5

12
Ming 22 feb
 MEK
-
Travel
-
-

Hari 5, Malam 6

13
Sen 23 feb
MEK
-
Travel
-
-

Hari 6, Malam 7

14
Sel 24 feb
MEK to JED
-
Travel
13:00
15:00
- Jam depart optional lihat sikon
- City tour Jeddah lihat sikon
Hari 7
½ hari MEK
14
Sel 24 feb
JED to MUM
9W521
Jetair
23:30
06:40+1
Tiba dihari berikut 25 feb


15
Rab 25 feb
MUM to BKK
9W70
Jetair
08:10
13:50
Segera pindah ke DonMueang


15
Rab 25 feb
BKK to CGK
QZ253
AA
20:55
00:25+1
Tiba dihari berikut 26 feb


16
Kam 26 feb
Tiba CGK, SUB, kota masing-masing




1.       Jamaah tidak harus menggunakan AA, boleh memilih airlines lain tetapi tetap perhatikan jam aman depart JA. Jam arrive AA dan Lion beresiko dengan jam depart JA, karena itu disarankan untuk menginap semalam di Bangkok. Lihat yang diarsir kuning pada tabel.
2.       Fokus beli pada Bangkok – Mumbai – Jeddah PP. Untuk ke Bangkok menyusul karena bisa jadi ada promo, tetapi jika ingin langsung beli juga tidak masalah.
3.       Sebelum membeli tiket pastikan untuk mencocokkan FLIGHT dan JAM pada tabel diatas dengan yang ada diwebsite karena bisa saja berubah.


16 Hari total

Hari 1: JAKARTA – BANGKOK
05.00   Seluruh Jamaah berkumpul di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta.
07.20   Insya Allah jama’ah akan terbang ke Jeddah dengan menggunakan Pesawat Airasia
10.45   Tiba di Bangkok dan transfer hotel

Hari 2:            BANGKOK - JEDDAH
11.00   Berkumpul di Svarnabumi Intl Airport
14.00   Bertolak ke Jeddah via Mumbai By Jetairways
23.30   Tiba di Jeddah (sudah dihitung Malam 1 karena pada hari ke 3 akan checkin hotel pada jam 7-8 pagi)

Hari 3: JEDDAH -MADINAH (Hari 1 Medinah, Malam 2)
01.00   Bertolak ke Madinah by Bus Ac
07.00   Tiba di Madinah
21.00   Ziarah ke Makam Rasulullah SAW, Abu Bakar Ash-shiddiq, dan Umar Bin Khatab.

Hari 4: MADINAH (Hari 2, Malam 3)
07.30 Jamaah berkumpul di loby hotel untuk melakukan city tour (ziarah) kota Madinah dengan mengunjungiMasjid Quba, Jabal Uhud, Kebun Kurma, Jabal Magnet, Percetakan Al Qur’an, dan melewat Masjid Qiblatain dan Khandak. (Harap sudah berwudhu di hotel)

Hari 5: MADINAH (Hari 3, Malam 4)
07.30   Ziarah ke masjid-masjid di sekitar Nabawi seperti Masjid Ghamamah, Masjid Abu Bakar, Masjid ali, Tsaqifah Bani Saadah, dan Museum Antariksa.

Hari 6 : MADINAH (Hari 4, Malam 5)
Memperbanyak ibadah di Masjidil Nabawi

Hari 7: MADINAH – MEKAH (Hari 5 Madinah hanya ½ hari, Malam 1 Mekkah)
12.00    Shalat Dzuhur dan Ashar di Jamak di Masjid Nabawi dan persiapan ke Mekah.
14.00    Check out hotel. Perjalanan menuju Bir Ali.
14.30    Tiba di Bir Ali. Berniat untuk umrah.
15.00    Bertolak ke Mekah.
20.00    Tiba di Mekah. Check in hotel, makan malam, dan persiapan untuk umrah.
22.00    Pelaksanaan Thawaf – Sai- Tahallul

Hari 8 : MAKKAH (Hari 1, Malam 2)
16.00     Pengenalan Masjidil Haram dan tempat-tempat bersejarah di sekitarnya.

Hari 9 : MAKKAH (Hari 2, Malam  3)
07.30   Seluruh jamaah berkumpul di loby hotel untuk melaksakan ziarah kota Makkah: Jabal Tsur,     Padang Arafah, Jabal Qurban, Jabal Rahmah, Muzdalifah, Masjid Masy’aril Haram, Mina, Menara Jamarat dan berakhir di masjid Ji’ronah untuk bermiqot. Dalam perjalanan pulang melewati Makam Ma’la, Masjid Jin, dan Masjid Sajarah.

Hari 10 : MAKKAH (Hari 3, Malam 4)
Memperbanyak ibadah di Masjidil Haram

Hari 11 : MAKKAH (Hari 4, Malam 5)
Memperbanyak ibadah di Masjidil Haram

Hari 12 : MAKKAH (Hari 5, Malam 6)
Memperbanyak ibadah di Masjidil Haram

Hari 13 : MAKKAH (Hari 6, Malam 7)
Memperbanyak ibadah di Masjidil Haram

Hari 14 : MAKKAH – JEDDAH – BANGKOK (Hari 7 Makkah hanya ½ hari)
10.00 Jamaah melakukan tawaf Wada’.
12.00 Bertolak menuju ke Jeddah dengan sebelumnya singgah di Peternakan Onta dan Masjid Bir Syumaiys (Hudaibiyah). Jamaah shalat Maghrib dan Isya di jamak di Masjid Qishos kemudian menuju Balad/Cornice shoping center. Perjalanan dilanjutkan menuju bandara Internasional King Abdul Aziz.
19.00 Tiba di KAAIA, Jeddah.
23.00 Bertolak ke Bangkok via Mumbai by Jetair

Hari 15 :  MUMBAI - BANGKOK – JAKARTA
06:40  Tiba di Mumbai Intl Airport
08:10  Bertolak ke Bangkok
13:50  Tiba di Bangkok Suvarnabhumi dan segera pindah ke DonMueang
20:55  Bertolak ke Jakarta by Airasia atau lainnya

Hari 16:   JAKARTA
00.25    Tiba di Jakarta atau kota masing-masing
.
Catatan :

  1. Mohon diperhatikan  jadwal waktu sholat, yang berlaku di daerah setempat.
  2. Jadwal dapat berubah sewaktu – waktu dengan menyesuaikan schedule pesawat tanpa mengurangi nilai – nilai ibadah.
  3. Beberapa tempat ziarah di Madinah atau Mekkah mungkin saja akan ditarik biaya tambahan supir dan bisa saja tidak semua tempat dapat dikunjungi.
  4. Memperbanyak sabar akan sangat membantu dalam melaksanakan ibadah umrah, bersikap syukur bila dapat nikmat. Karena keduanya adalah kebaikan.
  5. Dalam perjalanan Umrah akan selalu ada lebih dan kurangnya dalam pelayanan, kalau merasa puas sampaikan ke orang lain, namun kalau kurang berkenan mohon sampaikan pada kami untuk evaluasi bagi kami. Terima kasih.